PENDAFATARAN WISUDA STAIM Paciran Tahun 2020

Ya..
pada tahun ini kampus kita akan melakasanakan agenda program dua tahunan, yang mana setiap dua tahun sekali staim paciran melaksanakan kegiatan purna yakni WISUDA.

wisuda kali ini akan diadakan InsyaAllah pada tanggal 27 Desember 2020. untuk mempercepat pendataan dan informasi, maka kami mohon seluruh peserta yakni wisudawan Angkatan 2015 dan Wisudawan Angkatan 2016, untuk segera mengisi daftar dalam link ini.
pendaftaran Wisuda klikdisini

PMB STAIM Paciran 2020/2021

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021
Form PMB Staim 2020

Hai calon Mahasiswa STAIM paciran yang berbahagia, sebelum melakukan pendaftaran silakan dipersiapkan terlebih dahulu dokumen dokumen untuk mengisi Formulir pendaftaran online, berikut ini :
1. KTP
2. KK
3. Nomor NISN
4. Kartu KPS (jika memiliki)
5. Alamat Email (Harus punya-tidak punya gpp)
6. Nomor HP
7. Biodata Ortu (penghasilan, jenjang pendidikan, Pekerjaan)

untuk pengisian formulir online klik link ini Form PMB Staim 2020

STUDY ISLAM INTERDISIPLINER

Teken surat kerja sama MOU bersama STAIM Paciran – UAD Yogyakarta

foto penyerahan cindera mata ketua staim paciran dan dekan UAD

STAI Muhammadiyah (STAIM) Paciran telah melaksanakan Study tour selama dua hari pada tanggal 12 s/d 13 Januari 2020 di Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk refreshing dan menimba Ilmu di Kampus UAD (Universitas Ahmad Dahlan) setelah seminggu sebelumnya melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester). Banyak peserta yang mengikuti kegiatan adalah kurang lebih 85 Mahasiswa yang tergabung dari smester I dan III serta 15 Dosen yang ikut menampingi kegiatan tersebut. Agenda kegiatan meliputi kunjungan wisata candi Borobudur dan taman wisata Kyai Langgeng, kemudian seminar antar mahasiswa dari STAIM dan UAD dikampus IV Universitas Ahmad Dahlan Bantul Yogyakarta, yang terakhir pasar malioboro.

Selama kegiatan berlangsung pada hari pertama para peserta dimanjakan dengan mengunjungi situs bersejarah warisan  budaya Internasional yang ada di Jawa Tengah tepatnya di daerah Magelang yaitu Candi Borobudur. Selain situs ini sebagai tempat kunjungan dan balajar sejarah kebudayaan, panorama yang indah disekeliling menjadi tempat destinasi menarik bagi mahasiswa untuk melepas penat dan lelah selama perjalan dengan berfoto riya bersama bangunan candi yang eksotis dan artistik, tak jarang mereka juga berfoto dengan touris dari mancanegara, salah satu mahasiswa STAIM menuturkan “pemandangan disekeliling candi bororbudur sangat indah dan sangat menarik terutama bangunannya, banyak taouris manacanegara datang kesini jadi sayang jika tidak dimanfaatkan foto bersama mereka dengan sesekali berbicara bahasa asing (bahasa Inggris)” tutur Fatan Faris Saputro Mahasiswa Semester III. Harapannya dengan mengunjungi situs bersejarah dapat menambah wawasan dan semangat belajar para akademisi STAIM Paciran.

foto bapak ibu dosen staim di keindahan candi borobudur

Setelah berkunjung kesitus tersebut mahasiswa melanjutkan perjalannnya dengan mampir ke salah satu taman wisata yaitu Kyai Laggeng. Di sana, rombongan mahasiswa dan para Dosen yang ikut serta menikmati keindahan taman wisata dengan suguhan wahana yang sangat menarik. Membayar tiket masuk sebesar Rp. 30.000 mereka dapat bersenang-senang dan mencoba wahana yang ditawarkan meliputi pemandian kolam renang lengkap dengan waterbom untuk orang dewasa dan anak kecil,  Video 6 dimensi, kereta mini, kereta air, becak air, flayingfox, spot foto dan masih banyak yang lain. Maslahul Falah, M.Pd salah satu Dosen STAIM Paciran mengungkapkan “taman wisata ini sangat menarik terutama wahananya, saya sudah mencoba sebagian wahana yang saya suka dan sangat disayangkan jika momen ini dilewatkan begitu saja, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan mencoba seluruh wahana yang ada dan berfoto-foto dengan spotnya.”

Pada hari kedua setelah menikmati kunjungan wisata dan bermalam disalah satu penginapan dekat Hotel Rich Yogyakarta, rombongan menuju Kampus IV UAD untuk Study banding. Agenda acara di kampus tersebut adalah seminar STUDY ISLAM INTERDISIPLINER dengan tema “Penguatan Arus Utama Islam di Dunia Global: gagasan, dinamika dan tantangan,”  acara ini dibuka oleh Dr. Nur Kholis M.Ag (Dekan FAI-UAD) dan sebagai pengantar adalah Drs.H. Ahmad Amin M.Pd (ketua STAIM-Paciran). Adapun narasumber yang dihadirkan dalam acara seminar ini adalah Ahmad Arif Rifan M.Si., Yazidah Ichsan M.Pd. dari FAI-UAD dan Yusuf Wibisono M.Pd.I., Maslahul Falah M.Ag. dari STAIM Paciran yang dimoderatori oleh Miftah Hilmi M.A. Seusai acara kemudian dilanjut dengan penandatanganan MOU dan serah terima cindra mata dari kedua kampus.

foto pembukaan seminar

Pada sesi pengantar, Drs. H. Ahmad Amin M.Pd., menuturkan bahwa “kedatangan Mahasiswa STAIM-Paciran beserta rombongan adalah ingin belajar bersama dan berbagi pengalaman antara kampus desa dengan kampus kota yang tentu berbeda sosial dan karakteristiknya, hal ini mempengaruhi cara pandang dan keilmuan. Maka untuk menyeimbangkan harus ada kegiatan semacam ini untuk berbagi wawasan dan saling bertukar fikiran dalam hal akademisi, dimana kampus STAIM tidak lama lagi akan bermetamorfosa menjadi UMLA dan menjadi bagian dari Fakultas tinggal menunggu SK-nya dari PDDIKTI, adanya kegiatan ini sangat dibutuhkan guna memperbaiki cara pandang dan berfikir tentang keilmuan sebagaimana kampus yang ada diperkotaan yang berperadapan lebih maju.”

Berdasarkan penuturan di atas, artinya kampus STAIM harus melakukan pembenahan-pembenahan sebelum bergabung menjadi Universitas, yaitu mengubah cara pandang yang masih bersifat tradisional menjadi lebih modern. Mahasiswa dituntut lebih tertib dalam berpenampilan dan disiplin dalam mengikuti perkuliahan, kebanyakan mahasiswa pedesaan lebih cenderung memakai pakaian bebas dan kurang disiplin dalam belajar serta tak jarang kuliah sambil kerja. Di lain sisi tuntutan keilmuan yang memadai, dimana kampus desa sangat jauh terbatas dibanding kampus kota yang memiliki perpusakaan lengkap dan kaya akan literasi sehingga banyak sumber refrensi sebagai bahan rujukan dalam belajar untuk menentukan kualitas keilmuan akademisinya. Usai melaksanakan rangkaikan kegiatan, sebelum rombongan STAIM-Paciran pulang mampir disalahsatu pusat oleh-oleh jogja yaitu bakpia patok dan pasar Malioboro. Alasan mampir ditempat ini  supaya tidak pulang dengan tangan kosong, artinya ada yang dibawa pulang untuk keluarga di rumah. Selain itu berdasarkan penuturan salah satu pemandu Study Tour “jika datang berkunjung ke-Jogja rasanya tidak sempurna jika tidak mampir di Malioboro, seperti halnya datang ke-Jakarta tidak pas kalau tidak ke-Monas, begitu juga seperti makan rasanya tidak puas jika tidak ada sambalnya” ungkap Agus Budiyanto.

oleh : Ahmad Mushollin, M.Pd – 18/01/2020